Site Loader

Keynote speaker: Roem Topatimasang berbincang bersama Puthut EA

https://www.youtube.com/watch?v=i7Kmv6cSHnM

– 1A: “Rekomodifikasi dan Resistensi Lokal”

https://www.youtube.com/watch?v=FXXxYC7CrZ8

Panel ini akan membicarakan praktik-praktik seni yang lahir sebagai upaya resistensi ataupun rekomodifikasi seni lokal. Bagaimana negosiasi ini dibaca sebagai tawaran baru yang lebih egaliter dan demokratis? Adakah bentuk seni baru yang muncul dalam negosiasi ini?

Menghadirkan:  Yennu Ariendra, Lintang Raditya, Yustina Devi, Yee-I Lann, dan Michael HB Raditya (Penanggap)

– 1B: “Produksi Pengetahuan Lokal”

 

Panel “Produksi Pengetahuan Lokal” membicarakan praktik-praktik seni budaya lokal yang dilakukan sebagai produksi pengetahuan alternatif atas pengetahuan dominan global/nasional.

Menghadirkan:  Fauzan Santa, Erni Aladjai, Septina Layan, dan Arham Rahman (Penanggap)

 

– 2A: “Melihat ke Dalam, Melangkah ke Luar”

https://www.youtube.com/watch?v=gAt9pE0mLAc

Panel “Melihat ke Dalam, Melangkah ke Luar” membicarakan bagaimana seniman-seniman kontemporer bekerja dengan isu dan masyarakat lokal, menggunakan sumber daya lokal, untuk kemudian memproduksi karya yang dipresentasikan dalam skena seni global/ nasional. Persepektif dan isu apa yang muncul dari perjumpaan program seniman mukiman (artist residency)? Bagaimana masalah eksploitasi dan eksotisasi menjadi perhatian dalam praktik-praktik ini?

Menghadirkan: Eko Supriyanto, Kamila Andini, Arsita dan Teater Garasi, dan Muhammad Abe (Penanggap)

 

– 2B: “Program Seniman Mukiman (artist residency)”

 

Panel ini berfokus pada satu aktivitas penting perjumpaan seniman dengan masyarakat lokal. Panel “Seniman Mukiman dan Redefinisi Persoalan Lokal” membicarakan bagaimana praktik seniman mukiman berjumpa dengan masyarakat lokal, baik dalam membaca persoalan lokal, menyerap pengetahuan lokal, serta melakukan praktik artistik berbasis kolaborasi yang etis.

Menghadirkan: Irwan Ahmett dan Tita Salina, Linda Mayasari dan Manshur Zikri, Daniel Lie, dan Irham Nur Anshari (Penanggap)

webmaster

Equator Symposium

The Equator Symposium is one of the main programs of Yogyakarta Biennale Foundation. The symposium is international in scale, involving specialists and practitioners from various nations which can be included in the breadth and scope of the equatorial line. Within the framework of an expert and knowledgeable discourse, the Equator Symposium will be cross-disciplinary, although its focus of attention is contemporary art. In this way the practice and discourse of contemporary art requires an open space, inclusive and ready to accept various critical studies that are relevant and sourced from a variety of disciplines and fields of expertise. The Equator Symposium will also function as an effort to develop networks amongst individuals and institutions who can activate the role of experts and practitioners of Indonesian contemporary art at an international scale. Read more >